in

Mengintip Strategi Bisnis Otten Coffee

Otten Coffee, bagi kalangan penggiat industri kopi di Indonesia, mungkin saja sudah tidak asing lagi. Perusahaan distributor alat-alat kopi dan mesin kopi Indonesia dari Medan ini, kian dikenal berkat strategi bisnisnya yang mengandalkan pemasaran online berbasis e-commerce.

Suatu hari di bulan September 2014, saya bertemu dengan Robin Boe, salah satu owner dan pendiri Otten Coffee yang berlokasi di Jl. Kruing Medan itu. Ketika saya tiba, pria berkacamata itu tampak sedang asyik bekerja di depan laptopnya, sambal memperhatikan statistik trafik Otten Coffee melalui Google Analitycs.

Robin pun menyapa dan langsung mengajak duduk di sudut ruangan di mana terdapat meja-meja dan tempat duduk yang disediakan untuk pengunjung. Tak lama kemudian ia menyeduh kopi dengan V60, manual brewer yang digemarinya belakangan ini selain Chemex. Dia menyeduh kopi dari Aceh dan disusul kopi dari Kenya, Afrika dengan roasting level medium roast.

“Saya suka V60 ini untuk dapatkan karakter acidity, tapi yang ini kopinya medium roast, mungkin tidak semua orang suka, tapi kalau saya lebih suka yang begini,” katanya. Obrolan pun berlanjut ke Otten Coffee yang belakangan ini semakin serius memasarkan alat-alat kopi.

Robin Boe

Mesin roasting sedang bekerja menyangrai biji kopi pesanan seseorang yang jauh hari memesan ketika kami ngobrol-ngobrol. Lalu, Robin kala itu melontarkan rencananya untuk merekrut penulis untuk mengisi artikel di lapak online-nya itu. Ia menyadari, menjual kopi tak cukup hanya menjual, tapi juga harus dibarengi dengan edukasi.

“Saya memang sedang semangat-semangatnya sekarang di bisnis kopi ini. Saya punya rencana membangun sebuah yang nantinya dapat menjadi panduan untuk industri kopi Indonesia. Saya sudah siapkan domainnya dan websitenya sedang dibangun,” ujar Robin melanjutkan obrolan siang itu.

Robin memang punya latar belakang pendidikan teknologi informasi dari salah satu universitas di Medan. Tak heran bila ia juga paham seluk beluk marketing online melalui website. “Lihat, dari sinilah Otten paling banyak diklik pengunjung,” katanya. Yang pertama dari Google. Wajar, perusahaan mengeluarkan biaya iklan lewat Google. Selain itu, melalui ikkan dari blog kopi dan kuliner ternama.

Otten Coffee terbilang masih belia waktu itu, baru dua tahun berjalan. Namun, Otten cukup gencar melakukan gempuran promosi melalui sejumlah media, termasuk memasang iklan di Google Adwords untuk webstore Ottencoffee.co.id.

Melalui webstore inilah Otten menggempur pasar yang lebih luas lagi, tidak hanya Medan tapi juga mengharapkan kota-kota besar di Indonesia. “Dalam waktu dekat ini Otten akan buka di Bali karena di sana industrinya kan hidup, banyak hotel, restoran dan kafe,” kata Robin ketika itu.

Diakuinya, pada awalnya Otten Coffee memang diharapkan menjadi tempat membeli oleh-oleh kopi dari Medan, khususnya kopi Sumatra. Target pasarnya ialah turis dan orang-orang Medan yang pernah tinggal di luar negeri.

Namun seiring waktu berjalan, justru pembeli lokal dan dari luar kota yang dominan membeli, baik langung maupun secara online. Perlahan segmen pasar pun diperluas, juga memperkaya produk jualan. Dari awalnya hanya menyediakan kopi Sumatra, seperti Mandailing, Gayo dan Sidikalang, Otten pun makin memperbanyak ketersediaan kopi dari seluruh Indonesia, antara lain dari Timor, Jawa dan Papua.

Otten juga memperkaya ketersediaan produk alat-alat kopi, mulai dari manual brewer seperti V60, Syphon, Vietnam Drip, berbagai manual grinder, cold dripper, Chemex, French Press dan mesin kopi otomatis merk Otten.

Optimisme Robin terhadap industri kopi yang akan terus berkembang, tidak lepas dari peranan informasi yang semakin luas mengenai kopi sehingga membuat banyak orang yang teredukasi tentang kopi.

Prediksi Robin memang benar. Kini, Otten bisa dikatakan sebagai salah satu perusahaan distributor alat-alat dan mesin kopi terbesar di Indonesia dengan segmen pasar terbesar ialah netizen—pengguna teknologi informasi berbasis internet.

Penulis, editor, blogger, founder Blogger Medan Community, tinggal di Medan. Bermain gitar klasik di waktu senggang, penikmat manual brewing coffee. Dapat dihubungi via email tonggo17@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Toba yang Cuma Cakap Saja

Indonesia Termasuk Paling Rentan Terhadap Serangan Malware